12 Juli 2026 - 17:27
Pernyataan Aktivis Perempuan Asing dalam Pertemuan Internasional “Perempuan dan Mazhab Global Imam Syahid” di Teheran

Sejumlah perempuan intelektual, aktivis budaya, sosial, dan media dari berbagai negara di dunia yang mengikuti prosesi pemakaman Pemimpin Syahid dan pertemuan internasional “Perempuan dan Mazhab Global Imam Syahid”, dengan menerbitkan sebuah pernyataan, menyebut pertemuan ini sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi umat Islam dan seluruh orang merdeka di dunia. Mereka juga menegaskan kelanjutan jalan Pemimpin Syahid, penguatan jaringan sinergi perempuan, serta pembelaan terhadap kebenaran di hadapan perang narasi.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait  — ABNA — sejumlah perempuan intelektual, aktivis budaya, sosial, dan media dari berbagai negara di dunia yang mengikuti prosesi pemakaman megah Pemimpin Syahid dan pertemuan internasional “Perempuan dan Mazhab Global Imam Syahid”, dengan menerbitkan sebuah pernyataan, menyampaikan sikap dan komitmen mereka.

Teks lengkap pernyataan:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

﴿إِنَّ الَّذِینَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا...﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah...”

Kami, sejumlah perempuan intelektual, aktivis budaya, sosial, dan media dari berbagai negara di dunia yang memperoleh taufik untuk hadir dalam prosesi pemakaman megah Pemimpin Syahid dan pertemuan internasional “Perempuan dan Mazhab Global Imam Syahid”, dengan hati yang dipenuhi duka atas kehilangan pejuang besar tersebut dan dengan iman yang teguh terhadap kelanjutan jalan para syuhada, tidak memandang pertemuan ini sebagai akhir dari sebuah jalan. Sebaliknya, kami memandangnya sebagai awal dari tanggung jawab yang lebih besar bagi umat Islam dan seluruh orang merdeka di dunia.

Pemimpin Syahid, dengan iman, keikhlasan, keberanian, hikmah, dan perjuangan tanpa lelah, telah membangun sebuah mazhab pemikiran yang melampaui batas-batas geografis. Mazhab ini menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang merdeka, para pencari keadilan, serta perempuan-perempuan beriman dan bertanggung jawab di seluruh dunia. Dalam sistem pemikiran Pemimpin Syahid, perempuan Muslim bukan sekadar pengamat, melainkan aktor yang sadar, bertanggung jawab, dan pembangun peradaban; yang dengan menjaga kemuliaan, kesucian, dan identitas Ilahi, memikul misi yang menentukan dalam bidang budaya, sosial, media, ilmu pengetahuan, dan peradaban.

Kami meyakini bahwa kesetiaan kepada para syuhada tidak hanya bermakna dalam duka cita dan penghormatan terhadap mereka, tetapi terwujud dalam menjaga cita-cita mereka serta melanjutkan jalan mereka melalui pemikiran, tindakan, dan tanggung jawab. Karena itu, kami, para perempuan yang hadir dalam pertemuan internasional ini, di hadapan Allah Yang Mahatinggi, dengan ilham dari darah suci para syuhada dan di hadapan nurani yang sadar dari bangsa-bangsa merdeka, berkomitmen:

  1. Menyampaikan pemikiran, cita-cita, dan mazhab global Pemimpin Syahid kepada bangsa-bangsa kami dan generasi-generasi mendatang melalui berbagai bahasa serta melalui aktivitas ilmiah, budaya, media, dan sosial.

  2. Menjaga agar panji perlawanan, keadilan, kemuliaan manusia, dan pembelaan terhadap kaum tertindas tetap berkibar dengan memperkuat jaringan sinergi perempuan Muslim dan perempuan pencinta kebebasan di seluruh dunia.

  3. Membela kebenaran di hadapan perang narasi, distorsi kebenaran, serta proyek-proyek Islamofobia dan permusuhan terhadap perempuan, melalui produksi narasi yang autentik, penyadaran, dan jihad tabyin.

  4. Menjadi pembuka jalan bagi keberlanjutan mazhab ini di masyarakat kami masing-masing dengan mendidik generasi baru perempuan yang sadar, beriman, bertanggung jawab, dan aktif.

  5. Memandang persatuan umat Islam dan solidaritas di antara perempuan-perempuan merdeka dunia sebagai modal strategis untuk mewujudkan keadilan, kemuliaan, dan perdamaian yang berlandaskan martabat manusia.

Hari ini, di sisi jenazah suci Pemimpin Syahid, kami dengan seluruh keberadaan kami menyatakan bahwa panji ini tidak akan jatuh ke tanah; jalan ini akan terus berlanjut; dan perempuan-perempuan merdeka dunia, dengan iman, kesadaran, bashirah, dan aksi yang berkelanjutan, akan menjadi pelopor dalam melanjutkan mazhab ini dan mewujudkan cita-citanya.

﴿وَالَّذِینَ جَاهَدُوا فِینَا لَنَهْدِیَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِینَ﴾

“Dan orang-orang yang berjihad di jalan Kami, sungguh Kami akan menunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.”

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Your Comment

You are replying to: .
captcha